Do You Like My Wellies?

Posted by

Who is the man standing in the middle of the water? Meet Mr Bambang Surya Putra, in the flooding season rain boots are part of his daily outfit. He is the Head of Controlling and information BPBD DKI Jakarta. “The history of Jakarta and floods is long, everybody knows that.

Is it getting worse? Yes. One of the causes is because of the rain. In the past 10 years, the duration of showers is shorter but the rainfall is heavier. For instance, in January 2015, we measured 350 mm per day in Jakarta. However, Jakarta`s drainage capacity is only 60 mm per day in average. With such huge difference, no wonder during heavy rains the water cannot go anywhere else, but flood into the streets.

This is a risk that is inevitably faced by Jakartans. “`Jakarta`s Adversity in Facing Disaster` is our motto. At BPBD we like to prevent disaster, but sometimes we can’t and we have to act. Information technology is important for us at BPBD.

In case disaster strikes, or there is the threat of floods we use social media like our Twitter account @bpbdjakarta. We inform the authorities and public. But we need their information too, that’s why we encourage the citizens of Jakarta to inform us on @bpbdjakarta”.

The Myth of Flooding

I know that many Jakartans believe that the city has a periodical flood in every 5 years. That is a myth. Flood is every single year in Jakarta and in certain years it is even heavier.

The government has done a number of efforts to stop and control the flooding. These are mostly structural approaches through physical building; like elevating dikes and making water reservoirs to create an absorption well, in order to help the rainwater absorp into the soil. See it as spare rain for the dry season.

We at BPBD have provided rescue teams, disaster emergency posts and water pumps as measurements to handle floods. However, flood occurs anytime – sometimes it can`t be avoided – and reaching flooded areas is not that easy as you can imagine. That is why it is important Jakarta’ s residents have to be prepared and independent. They have to know what to do when the water comes.

Jakarta has 638 sub-districts that are flooding areas. BPBD can make a contingency plan; such a plan is to overcome access limitation before the rescue teams can arrive in the flooded areas.

When there is flood: save yourself and your family, follow the routes and signs. There are evacuation routes and signs provided in your area. Be prepared and know where to go, so no more people have to get hurt or drown. So far we have reached 60 districts out of 125 districts that are in risk of floods. We have allready a lot accomplished, though, still a lot of things need to be done.

We encourage you to contact and talk to us on @bpbdjakarta we cannot do it without the contribution of you.

Who Bambang Surya Putra                                                                                            
Organisation BPBD (Local Disaster Handling Body) for DKI Jakarta                
Position Head of Controlling and Information
Founded 1945
Objective Increasing handling capability for Jakartans in facing disaster
Results & targets to have agents of change in every sub-districts 
(kelurahan) where flood often occurs, to educate the people how to handle 
a flooding situation.

Apakah Kamu Suka Sepatu Boot Saya?

Siapakah sosok pria yang berdiri di tengah air?
Perkenalkan Bapak Bambang Surya Putra, saat musim banjir sepatu boot hujannya adalah bagian dari pakaian sehari-hari. Beliau adalah Kepala Bidang Pengendalian dan Informasi BPBD Prov.DKI Jakarta.“Sejarah Jakarta dan banjirnya begitu panjang, semua orang tahu itu. Apakah bertambah buruk? Ya salah satu penyebabnya adalah karena hujan.

10 tahun belakangan ini, durasi hujan lebih singkat tapi curah hujannya semakin tinggi. Contohnya, bulan Januari 2015, kami mengukur terjadinya curah hujan 350 mm per hari di Jakarta. Namun drainase kota Jakarta hanya mampu menampung 60 mm per hari secara rata-rata.

Air tersebut memang harus mengalir ke suatu tempat kan? Dengan perbedaan sebesar itu, tidak heran kalau selama hujan lebat airnya tidak bisa lari kemana-mana, namun menjadi banjir ke jalan-jalan. Ini adalah resiko yang tidak bisa dihindari oleh warga Jakarta.

“`Ketangguhan kota Jakarta dalam Menghadapi Bencana` adalah moto kami. Kita semua tentunya berkeinginan untuk mencegah bencana, tapi terkadang kita tidak bisa dan kita harus bertindak. Teknologi informasi itu penting untuk kami di BPBD. Sekiranya ada bencana yang terjadi, atau ada ancaman banjir kami menggunakan media sosial seperti akun Twitter kami @bpbdjakarta. Kami menginformasikan public dan pemangku kepentingan. Namun kami membutuhkan informasi mereka juga, kami mendorong warga Jakarta untuk memberitahu kami melalui @bpbdjakarta.”

Mitos Banjir

Saya tahu banyak warga Jakarta yang memercayai bahwa kota ini mengalami banjir 5 tahunan. Itu sebetulnya mitos. Banjir terjadi setiap tahun di Jakarta dan bahkan di tahun tertentu lebih besar.

Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk menghentikan dan mengendalikan banjir. Kebanyakan berupa pendekatan struktural melalui pembangunan fisik; seperti peninggian tanggul dan membuat penampungan air agar bisa menjadi sumur serapan, agar membantu air hujan terserap ke dalam tanah. Maka bisa menjadi cadangan hujan di musim kemarau.

Kami di BPBD telah menyediakan tim penyelamat, posko darurat bencana dan pompa air sebagai tolak ukur penanganan banjir. Namun, banjir terjadi kapan saja – terkadang tidak dapat dihindari – dan mencapai berbagai wilayah yang banjir tidaklah mudah seperti yang Anda bayangkan. Untuk itu sangat penting bagi warga Jakarta untuk bersiap dan mandiri.

Mereka perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika air datang. Jakarta memiliki 638 RW yang merupakan area banjir. BPBD dapat membuat perencanaan kontingensi; rencana tersebut adalah untuk mengatasi keterbatasan akses sebelum tim penyelamat tiba di wilayah banjir.

Ketika terjadi banjir: selamatkan diri dan keluarga, ikuti jalur dan rambu. Terdapat jalur dan rambu evakuasi yang disediakan di wilayah Anda. Bersiaplah dan ketahui ke mana harus pergi, maka tidak akan ada lagi orang-orang yang terluka atau tenggelam. Sejauh ini kami telah merangkul 60 kelurahan dari 125 kelurahan yang terkena resiko banjir.
Kami telah cukup berhasil mencakup banyak wilayah, walaupun masih banyak yang harus dilakukan.

Kami mengajak Anda untuk menghubungi dan berbicara pada kami melalui @bpbdjakarta. Kami tidak dapat melakukannya tanpa kontribusi Anda.

Siapa Bambang Surya Putra
Organisasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Prov.DKI Jakarta
Posisi Kepala Bidang Pengendalian dan Informatika
Didirikan 1945 (dengan beberapa perubahan nama institusi)
Objektif meningkatkan kemampuan warga Jakarta untuk penanganan 
menghadapi bencana
Hasil & target memiliki orang-orang yang menjadi agen perubahan di 
setiap kelurahan di wilayah yang sering terkena banjir, untuk mengedukasi 
orang-orang tentang bagaimana menangani situasi banjir.

Anisa Kirana | 2015 – 2016 | Written for Utarakan Jakarta | Published on utarakanjakarta.com | Photo credit: BPBD Provinsi DKI Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s