Your First Hydrology Lesson

Posted by

“I am an engineer, but now my colleagues call me their Deputy Representative & Project Manager, after dedicating myself for Witteveen + Bos since 1995. Twenty years! Maybe it`s a long time to work for one company but not for solving Jakarta`s water management problem.

One basic issue on Jakarta`s water management is how people in general understand hydrology process. Complicated you think? Do you know what a polder is?

Let me explain; in Jakarta the process doesn`t happen as it supposed to happen, as Jakarta is a delta city with low land and soft soil. You must have heard it is sinking? Well Jakarta is lower than sealevel, so when the water flows to the lowest point this is not the sea. The water can only reach the sea if it will be pomped out.  Now you know about the first basics of hydrology; the first things to understand a polder system.”

Water Management is a Serious Challenge

Water management is a serious and challenging task, so we need a mission! There is one mission that I would like to share with you: the reclamation. Have you heard about it?

If yes, do you understand it positively or negatively? Some would say that reclamation leads to land subsidence, but actually it depends on how we control the process of making it. If the supporting data to do reclamation has proven that it is possible;
we better not depend on hypothesis. Reclamation is neutral with positive and negative sides. The understanding is simple. Like the food that we eat; right portion, balanced nutrients and the right time of eating will influence good results in our body.

One reclamation project that my colleagues and I have executed is Kapuk Naga Indah in North Jakarta. This is part of Jakarta`s bay 17 islands reclamation in scope of 5,100 hectares. Pros and cons have occurred but there have been fixed legal process and long discussions since 1995; today we can run it.

Reclamation is a choice as Jakarta is getting full; more inhabitants who need more space to live and work. Development to East and West side of the city is no more an option, as Bekasi and Tangerang are densely populated now. If the development has to be to the South part, Depok and Bogor can`t be conservation areas anymore, which is not good. Development to the North part of Jakarta is the most logical one and partly implement this to the sea should be fine. Japan, Korea, Singapore and the Netherlands have done reclamation and they are just doing great.

So far, ecology and reclamation seem like two separated things; they are not! Reclamation even helps to support better environment condition. However, providing it has to be well-monitored and there will be the right formulation to minimize the impact.

Water for Your Apartments

Who doesn`t realise that Jakarta`s scenery is already full with apartments? And I believe many of you have chosen to live on it. Especially present day Jakarta`s apartments are within superblock concept; some with malls and offices. Home provision wise, its existence supports increasing needs of shelter in fast growing Jakarta. But how about the water?

One fact about Jakarta is that the use of piped water is still below 50%, meaning that most citizens still depend on land water. But, I`m glad that North Jakarta governance has applied the right regulation; water for apartments should be taken from processed sea or river water. So, no land water is permitted for apartments use in that area.

And to control the water use, I have a very simple advise: count how many apartment units and it can be multiplied by averagely 150 litres of water per day per unit. And government knows how much to audit. Easy!

Who Sawarendro
Position/Company Deputy Representative & Project Manager/ Witteveen+bos
Expertise Water infrastructure
Organization ILWI/Indonesian Land Reclamation & Water Management (Chairman)

Pelajaran Hidrologimu yang Pertama

“Saya seorang insinyur, namun sekarang rekan-rekan saya menyebut saya Deputi Perwakilan & Manajer Proyek, setelah saya mendedikasikan diri di Witteveen+bos sejak tahun 1995. 20 tahun! Mungkin merupakan waktu yang lama untuk bekerja di sebuah perusahaan namun tidak cukup lama untuk menyelesaikan masalah manajemen air di Jakarta.

Satu masalah dasar dalam manajemen air Jakarta adalah bagaimana orang-orang secara umum memahami proses hidrologi. Apa Anda pikir rumit? Apakah Anda tahu polder itu apa?

Saya akan jelaskan; di Jakarta prosesnya tidak terjadi dengan semestinya, dimana Jakarta sebagai kota delta berdataran rendah dan memiliki tanah yang lunak. Mungkin Anda sudah pernah mendengarnya tenggelam? Kota Jakarta berada lebih rendah dari permukaan laut, jadi ketika air mengalir ke titik terendah, bagaimanapun kota ini bukanlah lautan.

Air hanya akan dapat mencapai laut jika dipompa keluar. Sekarang Anda tahu tentang dasar-dasar pertama mengenai hidrologi; hal-hal pertama untuk memahami sistem polder.”

Manajemen Air adalah Tantangan yang Serius

Manajemen air merupakan tugas yang serius dan menantang, maka kita membutuhkan misi! Terdapat satu misi yang ingin saya ceritakan kepada Anda, yaitu tentang reklamasi. Apakah Anda sudah pernah mendengarnya? Jika ya, apakah Anda memahaminya secara positif atau negatif?

Sebagian orang mengatakan bahwa reklamasi memicu terjadinya penyurutan tanah, namun sebenarnya hal itu tergantung dari bagaimana kita mengontrol proses pembuatannya. Jika data pendukung untuk melakukan reklamasi telah membuktikan bahwa hal itu memungkinkan; kita sebaiknya tidak bergantung pada hipotesa.

Reklamasi itu netral dengan berbagai sisi positif dan negatifnya. Pemahamannya sederhana. Seperti makanan yang kita makan; porsi yang tepat, gizi seimbang dan waktu makan yang tepat; akan memengaruhi hasil yang baik di tubuh kita.

Satu proyek reklamasi yang saya dan rekan-rekan telah kerjakan adalah Kapuk Naga Indah di Jakarta Utara. Ini merupakan bagian dari reklamasi 17 pantai di teluk Jakarta seluas 5,100 hektar. Terdapat pro dan kontra yang telah terjadi namun terdapat juga proses hukum yang sudah pasti dan diskusi panjang sejak tahun 1995; maka sekarang ini kita dapat menjalankannya.

Reklamasi adalah pilihan karena Jakarta semakin padat; semakin banyak penduduk yang membutuhkan lebih banyak ruang untuk tinggal dan bekerja. Pengembangan ke sisi Timur dan Barat di dalam kota ini sudah tidak bisa jadi pilihan, sebagaimana Bekasi dan Tangerang sudah berpenduduk sangat padat. Jika pengembangan harus ke wilayah Selatan, maka Depok dan Bogor tidak bisa menjadi wilayah konservasi lagi, yang tentunya bukan hal yang baik. Pengembangan ke wilayah Utara Jakarta adalah satu hal yang paling logis dan seharusnya akan baik-baik saja ketika ada yang mengimplementasikannya ke laut. Jepang, Korea, Singapura dan Belanda telah melakukan reklamasi dan mereka dalam kondisi sangat baik.

Sejauh ini, ekologi dan reklamasi tampak seperti dua hal yang terpisah; tapi sebenarnya tidak! Justru reklamasi turut membantu untuk mendukung kondisi lingkungan yang lebih baik. Namun tentunya, pembuatannya harus dipantau dan terdapat formulasi yang tepat untuk meminimalkan dampaknya.”

Air untuk Apartemenmu

Siapa yang tidak menyadari kalau pemandangan Jakarta sudah penuh dengan apartemen? Dan saya yakin banyak dari Anda yang telah memilih untuk hidup di dalamnya. Khususnya apartemen di Jakarta sekarang ini banyak yang berada dalam konsep superblock; yang beberapa memiliki mall dan kantor di dalamnya. Dari sisi penyediaan perumahan, keberadaannya mendukung peningkatan kebutuhan tempat tinggal di Jakarta yang cepat berkembang ini. Tetapi bagaimana dengan airnya?

Satu fakta tentang Jakarta adalah penggunaan air pipa yang masih dibawah 50%, berarti mayoritas penduduknya masih bergantung pada air tanah. Tapi, saya senang bahwa pemerintah daerah Jakarta Utara telah mengaplikasikan aturan yang tepat; air untuk apartemen harus diambil dari air laut atau sungai yang diproses. Maka, air tanah dilarang digunakan untuk apartemen di wilayah tersebut.

Dan untuk mengontrol penggunaan air, saya memiliki saran yang sangat sederhana: hitung ada berapa unit apartemen dan jumlahnya dapat dikalikan dengan rata-rata 150 liter air per hari per unitnya. Maka pemda tahu berapa banyak yang harus diaudit. Mudah!

Siapa Sawarendro
Posisi/Perusahaan Deputi Perwakilan & Manajer Proyek/Witteveen+bos
Keahlian Infrastruktur Air
Organisasi ILWI/Indonesian Land Reclamation & Water Management – 
Reklamasi Tanah & Manajemen Air Indonesia (Ketua)

 


Anisa Kirana | 2015 – 2016 | Written for Utarakan Jakarta | Published on utarakanjakarta.com | Photo credit: Cynthia Boll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s